INDOPROPERTYNEWS.COM – Kawasan Industri Marunda Center meresmikan gerbang utama Marunda City pada 12 Desember 2025. Acara bertajuk “Marunda City & The Gate Opening Ceremony” dihadiri lebih dari 500 tamu, mulai dari jajaran direksi, perwakilan TNI-Polri, DPRD Kabupaten Bekasi, tokoh agama, hingga pelaku industri.
Direktur Utama PT Multikarya Hasilprima sekaligus Presiden Direktur Marunda Center, Iwan Yuswanto Djunaedi, menegaskan bahwa akses langsung ke Tol Tarumajaya akan mempercepat mobilitas distribusi barang.
“Gerbang ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi simbol transformasi Marunda Center menuju Marunda City,” ujarnya.
Gerbang baru ini terhubung dengan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC), bagian dari jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 yang kini tersambung penuh dari Bandara Soekarno-Hatta hingga Pelabuhan Tanjung Priok.
BACA JUGA: Beli Rumah Subsidi, Bisa Dapat Rp120 Juta! Ini Kejutan Vista Land di Vista Pora 2025
Konektivitas ini memperkuat posisi Marunda City sebagai simpul logistik strategis Jabodetabek.
Selain itu, pembangunan pelabuhan fase kedua sedang berjalan untuk meningkatkan kapasitas bongkar muat dan mendukung hilirisasi CPO, menjadikan kawasan ini pusat logistik sekaligus katalis investasi.
Dampak Ekonomi dan Investasi
Marunda Center dikembangkan di atas lahan 600 hektare dengan konsep kota industri terintegrasi yang menggabungkan kawasan industri, pelabuhan, pusat logistik, komersial, dan hunian.
– Kontribusi ekonomi: peningkatan pajak daerah, BPHTB, serta penyerapan ratusan tenaga kerja konstruksi.
– Efek berganda: pertumbuhan UMKM lokal di sekitar kawasan.
– Produk properti industri: Standard Factory Building (SFB) mulai Rp4,9 miliar, Boutique Office Rp2,4 miliar, gudang sewa ±20 hektare, dan kavling industri siap bangun.
BACA JUGA: Tak Butuh Waktu Lama, Bank Jakarta Sukses Kawal Penyaluran Dana Pemerintah ke Sektor Produktif
Fasilitas dan Infrastruktur Modern
Marunda City telah dilengkapi dengan listrik, air bersih, internet fiber optic, pengolahan limbah terpadu, layanan pemadam kebakaran, ambulans, serta sistem keamanan 24 jam.
Menghadapi era Industri 4.0, kawasan ini menyiapkan infrastruktur IoT dan backbone internet sebagai fondasi pengembangan kota industri modern dalam 5–10 tahun ke depan.
Peresmian ditandai dengan prosesi gunting pita, peluncuran identitas baru Marunda City, serta hiburan dari Yayasan Prima Unggul. GM Marketing Marunda City, Ehlis, menyebut kawasan ini sebagai “City of Opportunities”, perpaduan unggul antara industri, komersial, dan residensial.
Dengan dibukanya gerbang utama yang terhubung ke Tol Tarumajaya, Marunda City menegaskan visinya sebagai kota industri terpadu, modern, dan berdaya saing global. Kehadiran infrastruktur ini bukan hanya mempercepat logistik, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Bekasi Utara dan nasional. ***





