INDOPROPERTYNEWS.COM – Di tengah dinamika ekonomi dan persaingan ketat industri properti, profesi broker properti justru menunjukkan daya tahan sekaligus peluang yang semakin terbuka.
Hal ini tercermin dari perhelatan Awards Annual 2026 Parade of Excellence yang digelar LJH Realty Indonesia di The H Club, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Acara yang digelar ini menjadi ajang apresiasi bagi para property consultant dan mitra outlet yang dinilai berprestasi sepanjang 2025. Lebih dari sekadar seremoni, agenda tersebut juga menjadi potret bagaimana profesi agen dan broker properti kini makin diakui perannya dalam ekosistem industri real estate di Indonesia.
Direktur LJH Realty Indonesia, Oka Mahendra, menuturkan LJH Realty hadir sebagai brand properti 100 persen lokal dengan filosofi Leading Journey Home. Filosofi ini berangkat dari kebutuhan mendasar masyarakat akan rasa aman dan nyaman dalam setiap transaksi properti.
“Properti bukan hanya soal jual beli aset bernilai besar. Ada kepercayaan, rasa aman, dan kualitas pelayanan yang harus dijaga. Di situlah peran broker properti menjadi sangat penting,” ujar Oka kepada wartawan di sela-sela acara Awards Annual 2026 Parade of Excellence.
BACA JUGA: Buktikan Transformasi Layanan, Bank Jakarta Raih Golden Champion Infobank 2026
Oka mengatakan, sebagai bentuk apresiasi atas prestasi para property consultant dan mitra outlet dalam ajang penghargaan bergengsi, LJH Realty menghadirkan musisi papan atas Marcello Tahitoe (Ello) untuk memeriahkan suasana.
LJH Realty dikelola oleh profesional yang telah puluhan tahun berkecimpung di industri properti. Saat ini, jaringan LJH Realty telah berkembang menjadi sekitar 36 kantor dengan lebih dari 600 property consultant, yang bergabung melalui dua skema kemitraan, yakni sebagai konsultan pemasaran properti dan mitra outlet.
Jaringannya pun tidak terbatas di Jabodetabek, melainkan telah menjangkau Bali, Semarang, Batam, Solo, Yogyakarta, Bandung, Makassar, hingga kota-kota besar lain. Kantor pusat berperan sebagai penggerak utama dalam pelatihan, branding, networking, sistem pendukung, hingga pemberian penghargaan.
Menurut Oka, profesionalisme menjadi pembeda utama broker properti saat ini. “Kami membekali konsultan dan mitra dengan pelatihan berkelanjutan, penguatan personal dan corporate branding, serta sertifikasi broker. Agen harus profesional, aman, dan fokus pada pelayanan,” katanya.
Perubahan perilaku konsumen juga ikut mendorong pentingnya peran broker. Oka menyebut klien saat ini semakin selektif dan mengutamakan kualitas layanan, baik di pasar primary maupun secondary. Bahkan, transaksi di pasar sekunder masih mendominasi karena banyak pembeli mencari fleksibilitas harga dan lokasi.
BACA JUGA: BP Tapera Gandeng Kontraktor Tersertifikasi, Rumah Subsidi Tak Lagi Asal Bangun
“Menjual properti bukan sekadar memasang iklan. Broker berperan menghubungkan penjual dan pembeli, melakukan follow up, negosiasi, hingga memastikan legalitas dokumen. Tidak semua orang punya waktu dan keahlian untuk itu,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, berbagai indikator menunjukkan prospek pasar properti 2026 masih positif. Properti dengan harga di bawah Rp1 miliar tetap diminati karena didominasi end-user riil. Pemerintah juga masih menggulirkan insentif sektor properti, seperti PPN 100 persen, yang dinilai efektif mendorong minat beli masyarakat.
Dari sisi pembiayaan, bank-bank penyalur KPR berlomba menghadirkan produk yang semakin ramah, mulai dari suku bunga rendah hingga tenor panjang. Kondisi ini menciptakan iklim yang kondusif bagi transaksi, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi broker properti.
Tak hanya pasar jual beli, pasar secondary dan sewa-menyewa juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Oka menyebut pasar sewa tumbuh signifikan, seiring banyaknya masyarakat yang menunda membeli namun tetap membutuhkan hunian.
BACA JUGA: Marunda City: City of Opportunities, Magnet Baru Investasi Kawasan Industri di Bekasi
Profesi sangat menjanjikan
Pengakuan terhadap profesi broker juga tercermin dari penghargaan Lifetime Achievement Award yang diterima Hanny Koswidjaja, Principal LJH Realty Kelapa Gading. Selama 24 tahun berkecimpung sebagai broker, Hanny melihat pasar properti, khususnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara tetap dinamis.
“Pasar secondary di Kelapa Gading sangat gemuk. Transaksi cukup tinggi, dengan harga rumah mulai dari Rp2 miliar. Kebutuhan akan broker tetap besar karena kompleksitas transaksi,” ungkap Hanny.
Ia menilai peluang bisnis properti di Indonesia akan terus terjaga, seiring masih besarnya backlog perumahan dan pertumbuhan kebutuhan hunian akibat siklus kehidupan keluarga. Permintaan sewa yang meningkat juga memperkuat peran broker dalam menjembatani kebutuhan pasar.
“Broker profesional harus punya manajemen waktu yang baik, jaringan luas, dan berada dalam brand yang kredibel. Dengan brand yang kuat, kepercayaan klien lebih mudah dibangun,” katanya.
Sementara itu, Yuliana Yusni, Property Consultant LJH Realty Batam, menilai profesi broker properti sangat menjanjikan, khususnya di kota industri seperti Batam. Kedekatan geografis dengan Singapura dan Malaysia membuat Batam menarik bagi investor domestik maupun asing.
BACA JUGA: Beli Rumah Subsidi, Bisa Dapat Rp120 Juta! Ini Kejutan Vista Land di Vista Pora 2025
“Permintaan bukan hanya apartemen, tapi juga ruko dan gudang. Pembangunan kawasan industri dan perumahan terus berkembang,” ujar Yuliana yang mendapat mendapatkan penghargaan di ajang tersebut.
Ia mengaku awalnya tidak memiliki latar belakang properti dan sempat bekerja sebagai karyawan kantoran. Namun, keputusan banting setir saat pandemi justru membuka peluang baru. “Hasilnya sangat menggembirakan dan saya bisa berkembang di profesi ini,” katanya.
Sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan kebutuhan hunian nasional masih tinggi, serta pandangan pelaku industri bahwa properti tetap menjadi sektor penopang ekonomi, profesi broker properti dinilai akan terus relevan.
Selama didukung profesionalisme, sertifikasi, dan pelayanan prima, broker properti bukan hanya bertahan, tetapi juga menjadi salah satu profesi yang menjanjikan di masa kini dan mendatang. ***







