SCBD Makin Diburu, Okupansi Kantor Capai 87 Persen di Tengah Melimpahnya Ruang Kosong

ILUSTRASI: Ruang kantor Jakarta masih kosong 3 juta m², tapi gedung premium mulai langka. (INDOPROPERTYNEWS.COM)

INDOPROPERTYNEWS.COM – Pasar perkantoran Jakarta memasuki fase yang cukup unik. Di satu sisi, ruang kantor kosong masih sangat besar, mencapai sekitar 3 juta meter persegi. Namun di sisi lain, perusahaan mulai kesulitan menemukan ruang yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan pasar perkantoran Jakarta bukan lagi sekadar soal banyak atau sedikitnya ruang kosong. Faktor kualitas, lokasi, akses transportasi, fasilitas, hingga efisiensi gedung kini semakin menentukan pilihan perusahaan.

Read More
banner 335x200

Berdasarkan laporan Colliers Indonesia untuk kuartal III 2026, pemulihan pasar perkantoran Jakarta berlangsung tidak merata. Gedung dengan kualitas dan lokasi yang lebih baik bergerak lebih cepat dibandingkan aset perkantoran lama atau dengan fasilitas yang kurang kompetitif.

BACA JUGA: Morizono Move-in Fest 2026 Tawarkan Hunian Ready Stock di Sawangan dengan Promo hingga Rp500 Juta

Ruang Kosong Capai 3 Juta Meter Persegi

Colliers Indonesia mencatat sekitar 1,75 juta meter persegi ruang kantor masih kosong di kawasan Central Business District (CBD). Sementara itu, ruang kosong di luar CBD mencapai sekitar 1,26 juta meter persegi.

Jika digabungkan, total ruang kantor yang belum terisi mencapai sekitar 3 juta meter persegi.

Namun, angka tersebut tidak serta-merta berarti perusahaan memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan kantor yang sesuai.

Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, pasar perkantoran Jakarta memang belum mengalami kekurangan pasokan secara keseluruhan. Persoalannya, ruang yang benar-benar diminati tenant justru semakin terbatas.

“Jakarta itu belum kekurangan ruang kantor, tetapi mulai kekurangan ruang kantor yang memang diminati,” ujar Ferry dalam Media Briefing Colliers Q3 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Ketika standar pencarian diperketat, pilihan yang tersedia menjadi jauh lebih sedikit. Perusahaan kini cenderung mencari gedung di lokasi strategis, memiliki kualitas bangunan yang baik, mudah diakses transportasi umum, serta mempunyai fasilitas penunjang yang lengkap.

Di segmen premium CBD, misalnya, ruang kosong yang tersedia hanya sekitar 128.000 meter persegi.

BACA JUGA: Paradise Resort City Gandeng HERO Supermarket, Perkuat Konsep Township Terintegrasi di Ciputat

SCBD Jadi Salah Satu Kawasan yang Paling Diminati

Perbedaan kualitas tersebut terlihat jelas di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD).

Pada kuartal III 2026, tingkat okupansi perkantoran di SCBD mencapai sekitar 87 persen. Angka ini menunjukkan bahwa gedung-gedung berkualitas di kawasan tersebut memiliki daya tarik yang lebih kuat dibandingkan sebagian kawasan perkantoran lainnya.

Daya tarik SCBD tidak hanya berasal dari lokasinya. Kualitas gedung, akses transportasi massal seperti MRT, serta keberadaan pusat perbelanjaan, hotel, restoran dan fasilitas pendukung lainnya menjadi nilai tambah bagi perusahaan.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pasar perkantoran Jakarta kini bergerak dalam dua kecepatan.

Di satu sisi, gedung lama atau dengan standar fasilitas yang lebih rendah masih harus berjuang mendapatkan penyewa. Pemilik bahkan perlu menawarkan berbagai insentif agar ruang yang tersedia tetap menarik.

BACA JUGA: Bank Jakarta dan DPRD DKI Dorong Sampah Jadi Energi, Biodigester Rorotan Jadi Sorotan

Di sisi lain, gedung premium justru memiliki posisi tawar lebih kuat karena diburu perusahaan yang ingin meningkatkan kualitas lingkungan kerja.

Tenant Tak Lagi Sekadar Mencari Sewa Murah

Perubahan perilaku tenant menjadi salah satu faktor penting dalam pergeseran pasar tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan menerapkan strategi downsizing atau mengurangi luas kantor sebagai bagian dari efisiensi setelah pandemi.

Kini, tren tersebut mulai berubah. Sejumlah perusahaan mulai mempertimbangkan strategi flight to quality, yakni berpindah ke gedung yang lebih baik meskipun tidak selalu berarti mendapatkan ruang yang lebih murah.

Kriteria yang dicari juga semakin luas. Selain harga dan lokasi, perusahaan mulai mempertimbangkan efisiensi energi, fleksibilitas ruang, fasilitas modern, serta penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).

Konsep green building juga semakin penting, terutama bagi perusahaan multinasional yang memiliki standar lingkungan dan efisiensi operasional yang lebih ketat.

BACA JUGA: Panmus PPPSRS Podomoro City Deli Terbentuk, 7 Orang Siap Kawal Pemilihan Pengurus

Perubahan tersebut membuat pemilik gedung lama menghadapi tantangan baru. Mereka tidak cukup hanya menawarkan luas ruangan yang tersedia, tetapi juga harus meningkatkan kualitas aset.

Renovasi lobi, sistem tata udara, fasilitas bersama, efisiensi energi hingga konsep ruang kerja menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar gedung tetap kompetitif.

Pasar Mulai Menunjukkan Sinyal Pemulihan

Meski belum bisa disebut sebagai pemulihan penuh, pasar perkantoran Jakarta mulai menunjukkan sejumlah sinyal positif.

Tren pengurangan luas kantor mulai berkurang. Pada saat yang sama, beberapa sektor mulai menunjukkan rencana ekspansi, termasuk energi, teknologi dan IT, logistik, serta industri barang konsumsi.

Perubahan tersebut memang belum menjadi gelombang besar. Namun, arah pasar mulai menunjukkan pergeseran dari sekadar melakukan efisiensi menuju pencarian ruang kerja yang lebih berkualitas.

Bagi perusahaan, kondisi ini masih memberikan peluang untuk mendapatkan ruang kantor berkualitas dengan skema sewa yang relatif kompetitif.

BACA JUGA: P3RSI Datangi Kementerian ESDM, Bawa Masalah B50 untuk Genset Rumah Susun

Namun bagi pemilik gedung, persaingan ke depan akan semakin bergantung pada kualitas aset.

Dengan demikian, tantangan pasar perkantoran Jakarta bukan lagi sekadar bagaimana mengisi jutaan meter persegi ruang kosong. Pertanyaan yang semakin penting adalah apakah ruang tersebut berada di lokasi yang tepat dan mampu memenuhi standar kebutuhan perusahaan saat ini. ***

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *